Peluang Usaha

Pengertian Peluang Usaha
Materi Pembelajaran 

Cari bahan pembelajaran yang berkaitan tentang peluang usaha, serta kerjakan tugas berikut ini :
  1. Menguraikan Pengertian peluang usaha 
  2. Menguraikan sumber peluang usaha 
  3. Menganalisis peluang usaha 
  4. Menguraikan risiko usaha 
  5. Mencontohkan peluang usaha sesuai program keahlian 
  6. Merencanakan peluang usaha di lingkungan sekolah dan tempat tinggal
  7. Mencontohkan spesifikasi produk pada peluang usaha tersebut

1. “Peluang Usaha” terdiri dari dua kata, yaitu; Peluang yang artinya kesempatan, dan Usaha yang artinya upaya dengan berbagai daya untuk mencapai tujuan atau sesuatu yang diinginkan.
Secara sederhana, pengertian peluang usaha adalah kesempatan yang dimiliki seseorang untuk mencapai tujuan (keuntungan, uang, kekayaan) dengan cara melakukan usaha yang memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki.

Peluang usaha adalah kesempatan yang ada untuk bisa di manfaatkan dalam memperoleh sebuah keuntungan bagi seorang wirausaha atau wirausahawan 


2.  Secara garis besar, sumber peluang usaha ini dapat muncul di karenakan oleh 2 (dua) faktor yaitu :

1. Faktor internal

Sumber peluang usaha dapat muncul dari faktor internal atau berasal dari dalam diri seseorang. Munculnya peluang ini biasanya di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
  1. Pengetahuan
  2. Pengalaman yang di alami sendiri
  3. Pengalaman orang lain
  4. Intuisi atau berasal dari pemikiran diri sendiri

2. Faktor ekstenal

sumber peluang bisnis
Selain dari faktor internal, sumber peluang usaha juga dapat muncul dari faktor eksternal atau terinspirasi dari orang lain. faktor eksternal ini biasanya di peroleh dari :
    1. Permasalahan yang dihadapi
    2. Kesulitan yang sering muncul dalam keseharian
    3. Kebutuhan yang belum dapat di penuhi oleh diri sendiri atau orang lain
    4. Pemikiran untuk membuat hal yang baru
3.  Berikut beberapa sumber peluang usaha dan cara mengembangkannya :

1. Peluang dari diri sendiri
Untuk mencari sumber peluang usaha yang memiliki potensi dari diri sendiri. Terkadang banyak orang tidak dapat memanfaatkan peluang yang berasal dari diri sendiri dan membiarkan peluang usaha tersebut berlalu.
Hal ini biasanya dikarenakan rasa takut mengalami kegagalan untuk memulai sebuah peluang bisnis. Terkadang pebisnis merasa tidak percaya diri untuk merealisikan peluang usaha yang berasal dari diri sendiri. Oleh sebab itu untuk memulai sebuah bisnis anda harus memiliki keberanian dan rasa percaya diri yang kuat.
Mengapa memulai bisnis di butuhkan keberanian dan rasa percaya diri.
Berikut alasannya :
  1. Untuk mengembangkan bisnis di butuhkan proses yang panjang
  2. Dalam menjalankan usaha membutuhkan komitmen dan konsistensi
  3. Berbisnis bukan hanya sekedar menjalankan usaha tapi juga menyelesaikan berbagai masalah sehingga di butuhkan keahlian, pengetahuan, kreativitas dan juga keterampilan.
Untuk memperoleh peluang usaha yang potensial dari diri sendiri dapat diperoleh dari :
a. Hobi
Memulai usaha dari hobi merupakan cara paling tepat karena secara tidak langsung anda berbisnis sekaligus menjalankan hobi. Pada saat ini dapat anda lihat contoh pebisnis sukses yang memulai usahanya yang berasal dari hobi
Sebagai contohnya adalah sahabat saya yang sangat menyukai koleksi diecast. Seiring waktu dia mengkoleksi dan bergabung dengan berbagai forum hobi akhirnya di melihat peluang untuk berjualan diecast. Perkembangan usaha sahabat saya itu sangat berkembang bahkan saat ini dia telah memiliki toko.
b. Keahlian
Salah satu hal yang paling utama dalam menjalankan bisnis adalah memiliki keahlian atau skill. Jika anda memiliki keahlian atau keterampilan tertentu maka anda dapat menjadikannya sebagai sumber peluang usaha.
Misalkan saja anda memiliki keahlian di bidang menulis maka anda dapat memanfaatkan kemampuan ini sebagai peluang usaha. Saat ini banyak peluang usaha di bidang penulisan dan menjanjikan keuntungan lumayan. Sebagai contoh saja jasa penulisan artikel untuk blog saat ini sedang sangat populer dan juga menjanjikan.
c. Pengetahuan
Mencari sumber peluang informasi dari pengetahuan yang anda miliki merupakan salah satu cara yang potensial.
Contohnya saja anda memiliki pengetahuan di bidang pemasaran online. Maka anda dapat memanfaatkan pengetahuan anda ini sebagai peluang bisnis seperti dengan menjadi konsultan pemasaran online atau pembicara.

2. Peluang usaha dari lingkungan sekitar

peluang usaha dari lingkungan
Banyak orang yang ingin memulai bisnis namun masih terkendala dengan sulitnya menemukan bidang usaha yang tepat. Namun jika anda jeli maka anda dapat menemukan banyak ide usaha yang dapat anda peroleh dari lingkungan sekitar.
Sumber peluang usaha dari lingkungan tersebut dapat berasal dari obrolan dengan teman, permasalahan yang terjadi di daerah sekitar, saat anda berkunjung di tempat lain, dll.
Selain contoh diatas cara terbaik untuk mencari peluang bisnis adalah dengan cara bergabung dengan kominitas. Dengan bergabung dengan komunitas maka anda akan memperoleh banyak ide usaha yang dapat anda kembangkan.

3. Sumber peluang usaha dari perubahan yang terjadi

sumber peluang usaha dari perubahan
Terkadang perubahan yang terjadi pada lingkungan ataupun peraturan dapat menciptakan peluang usaha yang menjanjikan.
Misalkan terjadinya perubahan peraturan pemerintah, pergantian musim ataupun perkembangan gaya hidup. Dengan sedikit sentuhan kreativias dan inovasi maka perubahan-perubahan tersebut dapat anda manfaatkan sebagai peluang usaha yang menguntungkan.
Contohnya,
Pada saat ini perubahan model busana terutama baju wanita terus mengalami perkembangan tiap tahunnya. Hal ini dapat anda manfaatkan sebagai peluang usaha dengan berjualan pakaian wanita. Dengan sentuhan kreativitas dan inovasi maka anda dapat memulai bidang usaha ini.

4. Peluang usaha dari informasi

sumber peluang usaha dari informasi
Pertumbuhann teknologi informasi saat ini sangat mempermudah kita untuk memperoleh berbagi informasi tentang peluang usaha. Berbagai media bermunculan seperti koran, majalah, televisi maupun internet telah mempermudah informasi tentang peluang usaha tersebar.
Namun hal yang harus anda pertimbangkan adalah mencari kevalidan informasi yang diperoleh. Anda dapat menggali berbagai informasi tentang peluang usaha untuk membuat sebuah konsep usaha yang baik dan tentunya menjadi nilai tambah yang menguntungkan.
Bahkan terkadang dengan informasi-informasi yang kita kumpulkan tersebut dapat menciptakan sebuah peluang bisnis baru untuk anda.
4.  Resiko usaha.

Risiko dlm bahasa inggris (Risk), yang bisa berarti kegagalan, kendala, hambatan, akibatnya, bahayanya dan kerugiannya. Berhasil atau tidaknya suatu usaha atau bisnis pada dasarnya tidak tergantung pada besar kecilnya ukuran usaha atau bisnis, tapi lebih dipengaruhi dari bagaimana cara pengelolaannya antara lain dalam pengorganisasian, keuangan, pembukuan, pemasaran, produksi, bahan baku, model, desain produk dsb.

Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang usaha yang ada, mengumpulkan dan mendayagunakan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk memperoleh keuntungan. Seiring dengan bertambah luasnya usaha maka akan bertambah rumit permasalahannya. Tapi perumbuhan dan perkembangan usaha yg cepat, akan menanamkan rasa tidak takut untuk mengambil keputusan dan bersedia untuk menerima resiko. Jika dianalisa mengenai resiko suatu usaha atau bisnis, selalu berkaitan dengan kreativitas dan inovasi, serta merupakan bagian penting dlm mengubah ide atau gagasan para wirausaha.

Menurut para ahli kewirausahaan, resiko usaha atau bisnis dapat diidentifikasi, yaitu :

1. Barang usaha tidak laku.
2. Barang-barangnya tidak terbayar.
3. Barang usaha tidak bermanfaat untuk konsumen.
4. Terjadinya bencana alam.
5. Adanya pencurian, penipuan dsb.
6. Adanya kredit macet.
7. Utang yang besar dan tidak terbayar.
8. Adanya pemogokan karyawan.
9. Adanya sabotase atau monopoli terhadap usahanya.
10. Harga barang tidak stabil.
11. Adanya persaingan global.
12. Adanya resesi dan inflasi.
13. Situasi politik yang tidak menentu.
14. Adanya kesulita keuangan usaha.
15. Tidak dipercaya oleh perbankan.
16. Cashflow yg tersendat-sendat.
17. Tingkat penjualan yg rendah.
18. Adanya kekacauan dalam distribusi.
19. Sulitnya mencari bahan baku.
20. Kacaunya manajemen produksi.

5.   Contoh peluang usaha sesuai keahlian.
  •  Menjahit
Pada saat ini pakaian memang selalu menjadi kebutuhan bagi konsumen dan membuat produksi pakaian sendiri terus meningkat walaupun sudah begitu banyak. Hal ini pun membuat adanya potensi yang bagus dalam menjalan usaha di bidang jasa menjahit mengingat bahan dan model pakaian yang terus bervariasi setiap tahun bahkan bulan yang didukung dengan permintaan pasar yang terus tinggi. Sehingga memulai usaha jasa menjahit ini dapat dikatakan sebagai jenis jasa yang akan selalu dibutuhkan dan dapat menghadirkan keuntungan yang besar. Akan tetapi perlu diingat bahwa dalam menjalankan usaha jasa menjahit ini perlu adanya strategi karena persaingan yang begitu ketat. Untuk itu pelaku usaha jasa menjahit ini harus mampu berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik pada konsumen agar usahanya dapat berjalan lancar.

6.   Merencanakan peluang usaha di lingkungan sekolah dan tempat tinggal
  • Membuka Usaha Warnet
Membuka warnet sangat pas dijalankan di lingkungan sekolah/kampus. Para siswa/mahasiswa di jaman sekarang sangat dituntut aktif untuk mencari ilmu dan perkembangan informasi melalui internet. Selain itu, para guru/dosen biasanya sering memberi tugas kemudian menyuruh siswa/mahasiswanya untuk mencari bahannya di internet. Dengan begitu, tentunya warnet yang Anda jalankan tak pernah sepi dari pelanggan dari kalangan siswa/mahasiswa ini.
Tips untuk membuka warnet di area sekitar sekolah/kampus adalah, usahakan internet di warnet yang Anda buka memiliki koneksi yang sangat kencang. Karena “waktu” menjadi hal yang sangat penting bagi seorang siswa/mahasiswa. Jangan hanya dengan harga murah tetapi internet sangat lambat, Anda akan kalah dengan warnet yang menawarkan harga “terjangkau” namun memiliki koneksi internet yang sangat cepat dan stabil. Diakui atau tidak anak jaman sekarang sudah tidak suka yang lelet, apalagi jika internet itu digunakan untuk main game.

7.  Mencontohkan spesifikasi produk pada peluang usaha tersebut

  •  Spesifikasi Produk dan Product Differentiation

Contoh aspek pemasaran yang pertama adalah spesifikasi produk. Produk adalah setiap hal berupa barang maupun jasa yang  ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kepuasan dan kebutuhan konsumen.
Keputusan-keputusan tentang produk dalam aspek pemasaran mencakup bentuk penawaran secara fisik, merknya, kemasaran, garansi, dan servis purna jual.
Pengembangan produk dapat dilakukan setelah mengetahui keperluan dan keingingan pasarnya. Jika masalah ini telah selesai maka keputusan mengenai harga, distribusi dan promosi dapat diambil.
Selain itu produk juga tidak selalu diidentikan dengan barang. Produk yang tidak berwujud disebut dengan jasa.
Jasa ialah segala tindakan maupun unjuk kerja yang ditawarkan ke pihak lain yang intangible dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.
Penentuan spesifikasi produk dapat dilihat dari kondisi pasar yang ada dengan melakukan analisis aspek pemasaran yang lainnya.
Pengertian pasar adalah kelompok pembeli potensial dari produk dan merk yang ada. Jadi ada suatu kaitan erat antara pasar dengan produk yang ditawarkan penjual.
Oleh karena itu segmentasi pasar akan produk sangat diperlukan agar produk yang ditawarkan sesuai dengan keinginan pasarnya. Apabila produk yang ditawarkan berbeda, pasar yang dituju juga berbeda. Dalam hal ini akan dibahas mengenai aspek pemasaran dalam masalah pembedaan produk (product differentiation).
Product Differentiation ini merupakan dasar bagi penjual dalam menentukan motif-motif pembelian selektif. Chamberlin telah mendefinisikan konsep tersebut dengan mengatakan bahwa : “Kelompok barang itu berbeda jika terdapat faktor-faktor penting yang dapat membedakan barang dari seorang penjual lainnya. Faktor-faktor tersebut sangat penting karena dapat menimbulkan selera yang berbeda-beda pada para pembeli”. Jadi barang-barang itu berbeda apabila konsumen percaya bahwa barang-barang tersebut berbeda.
Ada barang-barang lain yang secara fisik tidak mudah dibedakan seperti garam dan semen. Namun produk tersebut dapat pula dibuat berbeda dengan memberikan bungku atau merk yang berbeda. Biasanya produk semacam ini hanya dapat menghasilkan laba yang memuaskan bilamana permintaanya melebihi penawaran.
Jadi strategi pemasarannya adalah mendorong permintaan pada batas-batas penawaran tertentu. Karena pasar untuk barang seperti ini bersifat homogen maka permintaan menjadi sulit ditingkatkan.
Oleh karena itu perusahaan perlu menggunakan strategi lain. Dalam hal ini strategi yang lebih baik dalam aspek pemasaran pada kasus spesifikasi produk dan product differentiation misalnya membuat merk baru atau membuat kemasan baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

cara membuat bolu 2 rasa

Hak Kekayaan Intelektual

Desain Kemasan Unik&Kreatif