LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
DI PT SUZUKI INDOMOBIL MOTOR
“ HOIST CRANE “
Disusun oleh:
Nama :
Rheo Gharnida Wibawa Aerlambang
NIS :
171810065017
Kelas :
XI
Kompetensi Keahlian : Teknik
Eletronika Industri
Tahun pembuatan 2019
LEMBAR
PENGESAHAN DARI SEKOLAH SMK MUHAMMADIYAH 3
JALAKSANA
Laporan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) ini telah diperiksa dan
disetujui oleh Kepala Kompetensi serta
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Kuningan.
Disahkan di,
Kuningan, April 2019
Mengetahui,
|
Menyetujui,
|
Kepala Kompetensi
SMK Muhammadiyah 3 Jalaksana
|
Kepala Sekolah
SMK Muhammadiyah 3 Jalaksana
|
Krisna Wilantara, S.Kom
NBM. 1238326
|
Lili Ruhyana, S.T.M.T.
NBM. 1295319
|
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan semesta alam, karena atas rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan laporan Praktik Kerja
Industri (PRAKERIN) pada waktunya, selama 2
(dua) bulan yang dimulai
dari tanggal 4 febuari
s.d 29 Maret 2018 yang bertempat di Pt. Suzuki Indomobil Motor.
Sholawat beserta salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda alam Nabi Muhammad SAW, kepada para
keluarganya, para sahabatnya dan kepada kita semua selaku umat penganut ajaran
agamanya, Aamiin.
Dengan adanya Praktik
Kerja Industri (PRAKERIN) ini, penulis dapat menambah wawasan dan pengalaman,
serta dapat mempraktikan ilmu yang telah Bapak/Ibu guru berikan di sekolah
sebagai penunjang selama mengikuti PRAKERIN ini. Tak lupa juga penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada:
1. Kedua orang tua tercinta yang selalu
memberikan motivasi selama PRAKERIN.
2. Bapak NGADIYO selaku Assistence section
Head Power Maintenance di PT. Suzuki
Indomobil Motor Tambun 1.
3. Bapak SARWITO selaku Pembimbing Praktik
Kerja Lapangan.
4. Bapak LILI RUHYANA S.T.M.T selaku Kepala
Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Kuningan.
5. Bapak ASEP BANGBANG P.S.T. selaku
ketua pelaksana Praktik Kerja Lapangan.
6. Bapak KRISNA WILANTAR, S.Kom, selaku Kepala
Kompetensi jurusan Teknik Elektronika Industri (TEI).
7. Guru dan Staff TU SMK Muhammadiyah 3
Kuningan.
8. Semua pihak yang telah membantu dan
mendukung dalam penyusunan laporan ini.
Dalam
menyusun laporan ini, penulis telah berusaha secara maksimal, tetapi penulis
menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna, maka dari itu penulis mohon
kritik dan sarannya yang bersifat membangun.
Penulis
berharap laporan PRAKERIN ini akan memberi manfaat bagi pembaca dan generasi
baru yang nantinya akan melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).
Kuningan, 29 Maret 2019
Penulis
Rheo Gharnida W.A
NIS.171810065017
BIODATA PENULIS
1. Nama : Rheo Gharnida Wibawa
Aerlambang
2.
Jenis Kelamin : Laki-laki
3.
Tempat/Tanggal lahir : Kuningan, 06 Juni 2002
4.
NIS : 1718 1006 5017
5.
Agama : Islam
6.
Kelas/Program keahlian : XI TEI (Teknik Elektronika Industri)
7.
Tempat PKL :
PT Suzuki Indomobil Motor
8.
Golongan Darah : -
9.
Asal sekolah : SMK
MUHAMMADIYAH 3 KUNINGAN
10.
Alamat Sekolah :
Jl.RayaJalaksana No.188 Kuningan
11.
Alamat Rumah : Ds. Sangkanerang
12.
Nomor Telp/HP : 083827635910
13. Nama Orang Tua/wali
a. Ayah :
b. Ibu :
c. NomorTelp/HP : 083821276304
DAFTAR ISI
Cover Halaman
Lembar Pengesahan Dari Industri............................................................... i
Lembar Pengesahan Dari Sekolah................................................................ ii
KATA PENGANTAR................................................................................... iii
Biodata Penulis............................................................................................... v
Daftar Isi......................................................................................................... vi
Daftar Gambar............................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan................................................... 1
1.2. Tujuan Praktik Kerja Lapangan................................................................. 2
1.3. Manfaat Praktik Kerja Lapangan.............................................................. 3
1.4. Waktu
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan............................................ 4
BAB II SEJARAH PERUSAHAAN
2.1. Sekilas Tentang Perusahaan....................................................................... 5
2.2. Visi dan Misi Perusahaan.......................................................................... 7
2.3. Struktuk Organisasi Perusahaan................................................................ 8
2.4. Tata Tertib Perusahaan ............................................................................. 9
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Penjelasan (Teori Singkat)......................................................................... 12
3.2. Jenis dan Macam (yang di bahas).............................................................. 14
3.3. Alat dan Bahan......................................................................................... 15
BAB IV IMPLEMENTASI
4.1. Langkah Kerja........................................................................................... 19
4.2. Keselamatan Kerja..................................................................................... 20
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan................................................................................................ 22
5.2. Saran untuk Pembaca................................................................................ 23
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1. Alat Obeng Plus ........................................................................ 15
Gambar 3.2. Alat Tang Potong ...................................................................... 15
Gambar 3.3. Alat Kunsi Pas........................................................................... 16
Gambar 3.4. Alat Kunci L.............................................................................. 16
Gambar 3.5. Alat Kunci Inggris .................................................................... 17
Gambar 3.6. Alat Avometer........................................................................... 17
Gambar 3.7. Kain Majun................................................................................ 18
Gambar 3.8. Kabel Ties.................................................................................. 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Proses Pendidikan Tidak Harus Berfokus
Pada Kegiatan Institusi Pendidikan,Pengetahuan Dan Keterampilan Dapat di
Peroleh Dari Proses Belajar dan Latihan. Proses Belajar Merupakan Langkah Untuk
Mengetahui Dan Memahami Tentang Hal Yang Belum Tahu Menjadi Tahu. Sedangkan
Latihan Merupkan Proses Belajar Progresif Yang Diperoleh Dari Pengalaman dan
Ketekunan. Praktek Kerja Lapangan (PKL) Merupakan Suatu Sarana mendapatkan
Pengetahuan dan Pengalaman yang tidak didapat dari Sekolah Menengah Kejuruan.
Maka Usaha Untuk Menghasilkan Lulusan
Program Teknik Elektronika. Pendidikan Teknik Elektronika yang Mempunyai
Kualitas Tinggi serta Mempunyai Sikap dan akhlak yang Baik. SMK 3 Muhammadiyah
Jalaksana, khususnya Jurusan Teknik
Elektronika Industri , Yang perlu Memandang Siswa untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Hal tersebut Sangat besar Manfaatnya, Khususnya bagi Siswa sebagai Bekal dan
Tambahan Ilmu.
Praktek Kerja Lapangan juga sebagai
Sarana meningkatkan Kerja Sama yang Erat antara Instansi Pendidikan dengan
Industri. Oleh karena itu, Pemilihantempat Praktek Industri dan Bidang yang di
pelajari harus Dipertimbangkan agar tercapainya Maksud Dan Tujuan Praktek Kerja
Lapangan itu sendiri.
1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan adalah
kegiatan Aplikatif yang dapat Dimanfaatkan oleh Siswa untuk melihat langsung
proses produksi dan mempelajari Penerapan yang Didapat selama Sekolah dengan
Keadaan Nyata di Lapangan.
Kegiatan
Praktek Kerja Lapangan ini bertujuan agar :
1. Siswa dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kerja sesuai dengan
bidang keahlian.
2. Mendekatkan
Sekolah dengan Masyarakat dan Dunia Kerja agar Kurikulum Sekolah sejalan dengan
tuntutan pembangunan di segala bidang.
3. Siswa
dapat mempelajari kegiatan Perancangan, Perencanaan ,dan Pengendalian
produksi secara umum pada PT.Suzuki
Indomobil Motor.
4. Siswa
dapat Mempelajari dan Mengindetifikasi hal-hal yang berhubungan dengan Maintenance.
5. Sebagai
Salah satu syarat bagi siswa dengan tuntutan dalam menyelesaikan Studi di
Jurusan Teknik Elektronika Industri, SMK 3 Muhammadiyah Kuningan.
1.3 Manfaat Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu bentuk implementasi secara sistematis dan sinkron antara program di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia
kerja untuk mencapai
tingkat keahlian tertentu. PKL adalah suatu proses pembelajaran dan pelatihan secara praktis dalam bidang kompetensi, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman kerja nyata bagi siswa PKL tentang lingkungan kerja, dan budaya kerja yang
belum tentu dapat
disampaikan sepenuhnya di sekolah. Dari pengalaman ini diharapkan dapat
Memberikan Manfaat khususnya bagi Siswa SMK Muhammadiyah 3 Kuningan. Manfaat
dari Praktek Kerja Lapangan bagi
siswa antara lain:
1. Dapat
mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang di peroleh di Sekolah pada Lapangan Kerja yang sesungguhnya.
2. Menambah
wawasan ilmu dan pengetahuan sehingga semakin luas
3. Mendapat
pengetahuan mengenai PT.Suzuki Indomobil Motor serta proses produksinya.
4. Memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal dan mengetahui tentang
dunia industri.
5. Meningkatkan definisi waktu dan tenaga dalam mendidik
dan melatih tenaga kerja yang berkualitas.
1.4 Waktu Pelaksanaan
Praktek Kerja Lapangan (PKL)
1. Waktu
Pelaksanaan : 04 Februari
Sampai Dengan 29 Maret 2019
2. Jam
Kerja :
Pukul 07.30 sampai dengan 16.30 WIB
3.
Lokasi Pelaksanaan PKL : PT.Suzuki Indomobil Motor
Jl.P.Diponegoro Km.38,2 Tambun 1 Bekasi
BAB II
SEJARAH PERUSAHAAN
2.1.
Sekilas Tentang
Perusahaan
PT. Suzuki Indomobil Motor
berdiri Pada Tahun 1970. Dimulai dengan PT. Indohero Steel &
Engineering Co. Sekaligus menandai kehadiran kendaraan bermotor merk Suzuki di
Indonesia, dengan produk-produknya adalah sepeda
motor Suzuki. Manajement baru Dibawah Kepemimpinan Soebronto Laras tahun 1976,
merupakan awal dari pengembangann industri otomotif secara nasional. Suzuki
mengembangkan produksinya sepeda motor melalui PT. Indohero Steel &
Engineering Co, dan mobil melalui PT. Indomobil Utama. Untuk Memenuhi program
lokalisasi, Maka lahirlah PT.Suzuki Indomobil Manucfaturing sebagai industri
penunjang yang membuat kompenen baik sepeda motor maupun mobil serba guna
atau jeep yaitu Suzuki Jimny LJ80 denga
mesin 800cc, Kemudian pada tahun 1981 Dikembangkan menjadi Suzuki SJ410 dengan
mesin 4 silinder berkapasitas 1.000cc, yang kemudian pada tahun 1983 di pakai
sebagai mesin standar pada produk-produk
Suzuki baik pada Suzuki Jimny SJ410 maupun Suzuki ST100.
PT. Suzuki Indomobil Motor
merupakan gabungan usaha (marger)
dari beberapa perusahaan yang telah di setujui oleh badan koordinasi penanaman
Modal dengan surat No.552 / III / PMA
/ 1990 tanggal 12 November 1990 dan efektif Dilaksanakan Pertanggal 1 Januari
1991. Adapun
perusahaan yang bergabung kedalam PT. Suzuki Indomobil Motor adalah sebagai
berikut
1. PT.
First
Chemical Industri
Perusahan
ini didirikan pada tanggal 21 Juni 1968 dengan aktenotaris Liem Toeng Kie SH dan disahkan oleh mentri Kehakiman
No.JA.5/75/1968 yang bergerak di bidang produksi komponen plastik untuk
melengkapi kebutuhan di bidang otomotif,
Serta menerima pesanan dari industri lain yaitu Cup untuk Kulkas, TV, Radio, Kipas, Angin, dan beberapa
produk lainnya yang dibuat dari bahan plastik.
2. PT.
Indohero
Steel & Engineering Co
Perusahaan
Ini didirikan pada tanggal 1 September 1969 dengan aktenotaris Djojo Mulyadi SH No.3 dan di sahkan
oleh menteri Kehakiman. No.JA.5/105/9
tanggal 27 November 1967 yang bergerak Dibidang Perdagangan,Industri dan
perakitan sepeda motor.
3. PT.
Suzuki
IndonesiaManucfaturing
Perusahaan
ini didirikan dalam kaitannya dengan Undang –Undang Penamaan Modal Dalam Negeri
NO.6/1968,berdiri pada tanggal 26 Maret 1973 dengan akte notaries Khairul Bahri
N0.38 dan di sahkan oleh Menteri Kehakiman NO.JA.5/305/1 tanggal 15 juni 1974
yang bergerak dibidang perakitan mobil.
4. PT.
Indomobil
Utama
Perusahaan
ini didirikan pada tanggal 22 juni 1974 dengan akte notaries Khairul Bahri SH
NO.64 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman NO.JA.5/14713 tanggal 29 April 1975
yang bergerak dibidang pembuatan , perakitan dan penjualan komponen sepeda
motor dan mobil melalui liensensi dari Suzuki Motor Co.Ltd,jepang
5. PT. Suzuki Engine
Industri
Perusahaan
ini didirikan pada tanggal 28 juli 1981 dengan akte notaries Ridwan Suselo SH
NO.341 dan disahkan oleh menteri
Kehakiman NO.JA5/28625 tanggal 6April1982 yag bergerak dibidang pembuatan,perakitan
dan penjualan mesin-mesin
serta bagian-bagiannya
untuk sepeda motor da mobil melalui
lisensi dari Suzuki Motor Co,
Ltd ,jepang.
2.2.
Visi Dan Misi
Perusahaan / Bengkel
1. Menjadi
Perusahaan Yang Terkemuka Didalam Suzuki Global Operration
2. Menjadi
Perusahaan Otomotif Yang Dihargai Dan Dikagumi Di Indonesia
2.3.
Struktur
Organisasi Perusahaan / Bengkel
Gambar
2.3 Struktur Organisasi Power Maintenance PT.Suzuki Indomobil
2.4. Tata Tertib Perusahaan
/ Bengkel
A. Kewajiban Dasar Pekerja
1. Mendaftarkan
kehadiran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Berada
di tenpat kerja masing – masing sesuai dengan waktu yang di tentukan.
3. Meminta
izin kepada atasannya dengan mengisi formulir izin keluar yang telah
disediakan, Dan setelah kembali Pekerja tersebut di haruskan melapor kepada
atasannya apabila ada suatu keperluan diluar lingkungan Perusahaan.
4. Mengisi
Formulir surat tugas yang di sediakan Perusahaan untuk keperluan Dinas dan
Disetujui atasannya.
5. Melaksanakan
Tugas dan Kewajibannya sesuai dengan ketentuan
serta mengindahkan petunjuk dan instruksi dari Pimpinan dengan Penuh
rasa tanggung jawab.
6. Memberitahukan
secara tertulis apabila ada perubahan data pribadi / keluarganya kepada
Departemen HRD & GA.
7. Melaksanakan
ketentuan 5S ( Seiri (Pemilihan) , Seiton (Penataan) , Seiso (Pembersihan) ,
Seiketsu (Pemantapan) , Shitsuke (Pembiasaan) ). Setiap hari di area kerja yang
menjadi tanggung jawabnya.
B. Gerakan Disiplin SUZUKI
Dalam
rangka melaksanakan Gerakan Disiplin Nasional, Maka Pengusaha , Pekerja , Dan
Serikat Pekerja bertekad untuk
melaksanakan budaya disiplin, budaya
tertib , budaya kerja , Dan budaya
keterbukaan di lingkungan Perusahaan
dengan cara sebagai berikut
1. Bekerja
dengan sungguh – sungguh dan bertanggung jawab sebagai Amal Bakti kepada :
a) Tuhan
Yang Maha Esa.
b) Bangsa
Dan Negara.
c) Perusahaan.
d) Keluarga
2. Melaksanakan
secara konsisten dan konsekuen semua peraturan tentang tata tertib dan
disiplin.
3. Bersikap
jujur dan tidak akan menyalahgunakan jabatan baik untuk kepentingan pribadi
maupun pihak lain.
4. Meningkatkan
gerakan efisiensi, produktivitas dan pemeliharaan lingkungan di segala bidang melalui aktivitas – aktivitas :
C. 5P
:
a) Persatuan
b) Perbaikan
c) Patuh
d) Perujuangan
e) Penghemat
D. 5S
:
a) Seiri
yang berarti Pemeliharaan, Yaitu
suatu aktifitas membersihkan benda – benda yang tidak di perlukan, Dengan cara
membedakan antara yang di perlukan dan benda yang tidak diperlukan. Mengambil
keputusan dengan tegas dan menerakan manajemen startifikasi untuk membersihkan
barang yang tidak diperlukan. Seiton yang
berarti Penataan, Yaitu aktivitas
menempatkan benda – benda yang di perlukan dengan rapih. Menyimpan barang di
tempat yang tepat atau dalam tata letak yang benar. Melalui penerapan manajemen
fungsional dan penghapusan proses pencarian, sehingga barang dapat di gunakan
dalam keadaan mendadak.
b) Seiso
yang berarti Pemantapan, Yaitu secara
terus – menerus dan berulang – ulang dalam memelihara kegiatan pemelihan,
penataan dan pembersihan. Kegiatan pemantapan dan kebersihan lingkungan.
c) Shitsuke yang
berarti Pembiasaan, Yaitu suatu
kegiatan dalam menanamkan dan memiliki kemampuan untuk melakukan segala sesuatu
dengan cara yang benar melalui proses dan praktek yang berulang – ulang . Dalam hal ini penekanannya adalah dalam
menciptakan tempat kerja dengan kebiasaan dan perilaku yang baik , sehingga
dapat meningkatkan keterampilan dan seluruh moral karyawan , perti membiasakan
untuk mematuhi dengan baik apa yang telah di tetapkan , selain itu juga ada
motto yang lain.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Teori
Singkat (Hoist Crane)
A. Kegunaan
Hoist Crane
Hoist Crane adalah salah satu alat angkut yang
sering digunakan dalam
dunia industri. Hoist
dapat mengangkat sebuah bahan menggunakan
tali. Dalam perkembangannya hoist telah banyak inovasi, dari yang mulai
menggunakan kerekan dengan cara di tarik sampai menggunakan tenaga electric
dimana kita hanya dapat memencet tombol saja. Hoist manual sampai saat ini
masih banyak digunakan, harganya yang relatif murah sehingga cocok digunakan
dalam dunia industri keci, perumahan atau industri besar sekalipun.
Hoist manual
biasanya menggunakan rantai dalam mengangkat bebannya, dimana rantai tersebut
terdapat load chain yang digunakan untuk menggakat beban dan chein yaitu untuk
menarik atau mengerek beban terangkat. Bukan hanya untuk menarik dari bawah ke
atas tapi dengan tambahan trolley maka Hoist manual dapat digerakan ke kanan
maupun ke kiri. Agar alat kita tidak keberatan dalam memindah atau mengangkut
barang, perawatanun relatif mudah, karena yang perlu diperhatikan adalah agar
tidak seret sehingga perlu memberikan oli secara teratur, selain itu rantai
juga perlu di cek agar tidak berkarat.
Hoist
electrik adalah tipe hoist yang pengoprasiannya menggunakan listrik. Hoist tipe
ini tersedia untuk listrik 1 phase yang cocok digunakan untuk perumahan ataupun
industri kecil, untuk yang 3 phase banyak digunakan pada indutri besar. Selain
itu terdapat pilihan untuk mengangkat beban yaitu menggunakan rantai atau
sling, jika menggunakan ranati kelemahannya adalah suaranya yang berisik serta
perawatan yang relatif lebih rumit di bandngkan dengan sling.
B. Jenis-jenis Hoist Crane
1. Tower Crane adalah pesawat
pengangkat
material atau mesin yang digunakan pada objek konstruksi.
2. Mobile Crane ( Truck Crane ) adalah crane yang
terdapat langsung pada mobile sehingga dapat
dibawa langsung pada lokasi kerja tanpa
harus menggunakan kendaraan.
3.
Crawler Crane ini sering dujumpai
di area pembangunan gedung, karena jangkauanya panjang
dan crane ini memiliki roda-roda yang dapat bergrak ketika digunakan pada
berbagai medan.
4.
Hidraulik Crane adalah Crane yang bisa digunakan pada
perbekalan
dan pergudangan, yang memiliki struktur yang sederhana ,
crane ini biasanya diletakan pada suatu titik dan tidak dipindahkan.
5.
Hoist Crane ini biasanya ditempatkan
pada
langit-langit dan berjalan di atas rel khusus yang di pasang pada
langit-langit tersebut.
6.
Jip Crane ini hamper sama dengan hoist crane dan
di gunakan di pergudangan, kegunaannya untuk
memindahkan barang-barang yang relatif berat.
C.
Cara Kerja
Crane
Salah satu
Hoic Cranne yang sering digunakan di seluruh dunia ini adalah Hoist Chain
Crane, dioprasikan dengan cara electrik,
berikut ada rantai tertutup
yangb membentuk lingkaran yang akhirnya mengangkat beban. Katrol juga di lampirkan
dengan hoist untuk mengangkat beban, sejumlah katrol kecil dan besar di temukan
dalam rantai kerekan.
Untuk
meningkatkan beban rantai harus di tarik, katrol besar menarik lebih rantai
yang di butuhkan, sisi yang lebih kecil memfasilitasi awal prosedur
mengangkat. Cara kerja Hoist sebagai berikut.
1. Sebuah
rantai hoist jiak di operasikan dengan tangan membutuhkan oprator
untuk menarik rantai lingkarang kecil di sampingnya,
ini ternyata mekanisme gigi dalam untuk merubah rantai katrol.
2. Ketika katrol ini berubah, itu
menimbulkan rantai yang berat biasanya memiliki pengait
di ujungnya akan bergerak naik atau turun.
3. Dengan menarik rantai lingkaran kecil,
manual hoist sebenarnya mampu meningkatkan kekuatan yang di bebankan
oleh rantai berat, hal ini disebabkan oleh resiko gigi dalam manual
4.
Pekejaan mekanik yang dilakukan oleh operator
adalah sama dengan kerja yang dilakukan oleh rantai angkat berat.
3.2. Jenis dan
Macam ( yang dibahas)
1) 35k
VA Stationary Spot Welding (Tipe Standard)
2) 50k
VA Stationary Spot Welding (Tipe Standard)
3) 70k
VA Stationary Spot Welding (Tipe Standard)
4) 80k
VA Stationary Spot Welding (Tipe Standard)
5) 100k
VA Stationary Spot Welding (Tipe Standard)
6) 150k
VA Stationary Spot Welding (Tipe Standard)
7) 300k
VA Stationary Spot Welding (Tipe Standard )
3.3. Alat dan Bahan
A.
Alat-alat
1.
Obeng
Plus
Gambar
3.1. Alat Obeng Plus
Obeng Plus di gunakan melepas atau
mengencangkan baut atau skrup yang berbentuk seperti kembang atau tambah. Obeng Plus juga sering
digunakn untuk membuka motor.
2. Tang Potong (cutting
pilera)
Gambar 3.2.
Alat Tang Potong
Tang Potong
berfungsi untuk memotong logam – logam yang kecil seperti untuk memotong
kawat,memotong kabel dan lain sebagainya. Tang Potong juga sering digunakan untuk memotong kabel Pada kipas angin dan pada lampu TL.
3. Kunci Pass
Gambar 3.3. Alat Kunci Pas
Kunci Pass berfungsi untuk mengencangkan
dan mengendurkan baut atau mur yang berbentuk hexagonal atau segi enam. Kunci pas juga sering digunakan untuk membuka motor servo 2,2
kw 5,5 kw dll.
4.
Kunci
L
Gambar 3.4. Alat Kunci L
Kunci L berfungsi untuk melepaskan atau
mengencangkan baut yang kepalanya menjorok
ke dalam. Kunci L juga
sering digunakan untuk mengencangkan baut pada mesin Brake Fluid karena mengguanakan baut yang
menjorok ke dalam.
5.
Kunci
Inggris
Gambar
3.5. Alat Kunci Inggris
Kunci Inggris berfungsi untuk melepas
atau mengencang mur atau baut dimana ukuran kunci pas dan ring tidak ada yang
sesuai , tetapi kunci inidi tujukan untuk beban berat. Kunci inggris ini sering digunakan untuk membuka
motor servo untuk mengganti bearing pada motor servo 2,2 kw 5,5 kw dll.
6.
Avometer
Gamabar 3.6. Alat Avometer
Avometer
berfungsi untuk mengukur besarnya tegangan , arus listrik , serta hambatan
listrk, dan Avometer ini juga sering digunakan untuk
mengetahui apakah
kabel masih terhubung atau terputus.
B. Bahan-bahan
1.
Kain
Majun
Kain
Majun berfungsi untuk membersihkan kotoran apa saja seperti air, oli, dan
kotoran hasil sisa produksi. Kain
majun ini sering digunakan untuk membersihkan oli pada mesing komatsu karena oli nya sering bocor.
2.
Kabel
Ties
Gambar
3.8. Kabel Ties
Kabel
Ties Berfungsi untuk merapihkan
instalasi kabel listrik. Kabel ties ini
juga sering digunakan untuk merapihkan kabel-kabel dan memasang tutup pada kipas angin.
BAB IV
IMPLEMENTASI
4.1.
Langkah Kerja
Gambar 4.1 Flowchart
Ketika mesin bermasalah pihak produksi
menginformasikan kepada pihak maintenance dengan membawa lembar permintaan
perbaikan mesin (LPPM),kemudian pihak maintenance menerima dan langsung
melakukan perbaikan mesin yang sedang rusak /bermasalah ,jika maintenance
memerlukan spare part dan spare part tidak ada di gudang maintenance langsung
melakukan orde spare part ,LPPM yang di terimaa oleh maintenance di isi dan di
laporkan ke administrasi maintenance untuk di buatkan laporan
4.2.
Keselamatan Kerja
1.
Safety
Helmet
Safety Helmet adalah berfungsi untuk
membuat perlindungan kepala dari special
resisting penetration seper terbentur dengan pipa, atap dan peluang jatuhnya
benda benda dari atas. Pemakaian Safety helmet dengan cara tepat dan benar
dapat mengurangi konsekwensi yang muncul ketika terjadi beberapa hal yang tidak
dikehendaki.
2.
Safety
Shoes
Safety Shoes adalah salah satu alat
pelindung Diri (APD) yang harus di pakai oleh seseorang ketika bekerja guna
unuk menghindari resiko kecelakaan. Bukan sekedar membuat perlindungan bagian
tubuh pekerja pada adanya resiko
kecelakaan saja, tetapi dengan memakai safety shoes pekerja akan lebih leluasa
bergerak hingga dapat meningkatkan efektivitas dari produksi yang di harapkan.
3.
Safety
Glove
Safety Glove adalah salah satu
perlengkapan kerja yang di perlukan dalam bidang,pekerjaan berat. Sarung Tangan
ini berguna untuk melindungi tangan kita dari berbagai cidera pada tangan dan
jari kita saat sedang bekerja. Pada saat kita memilih ada beberapa faktor yang
harus di pertimbangkan antara lain bahaya jika terpapar bahan – bahan kimia
yang bersifat korosif, panas, dingin, tajam atau kasar karena alat pelindung
tangan berbeda – beda yang terbuat dari karet.
4.
Safety
Ear Plugh
Safety Ear Plugh adalah alat pelindung
telinga yang terbuat dari bahan foam/busa dan bahan karet digunakan pada bagian
luar telinga untuk memblokir
saluran
telinga untuk membuat perlindungan pendengaran terhadap kebisingan yang ada di
lingkungan sekitar.
5.
Safety
Ear Muff
Safety Ear Muff adalah alat pelindung telinga yang terbuat
dari bahan yang lembut di gunakan dengan cara menutupi semua bagian telinga dan
dilengkapi dengan headbsame
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan
pada bab sebelumnya dan dari hasil Praktek Kerja Lapangan yang penulis lakukan
di PT.Suzuki Indomobil Motor Plant
Tambun 1
Maka Penulis
Menyimpulkan :
1. PT.Suzuki Indomobil Motor Tambun I merupakan
perusahaan yang memproduksi kendaraan roda dua, yang di dalamnya terdapat
beberapa Departement / Section,
dimana setiap Sectionnya memiliki ruang lingkup kerja tersendiri berdasarkan
tugasnya dalam memenuhi kebutuhan material yang nantinya akan menjadi kesatuan
/ assymbling kendaran roda dua. Yaitu mulai dari proses Pressing , Welding ,
Plastic Injection,Painting dan Proses Assymbling yang didukung oleh Section Power Maintenance dalam perwatan dan
perbaikan pada mesin yang bermasalah.
2. Pentingnya
program maintenance pada suatu mesin produksi. Dan preventive adalah salah satu
kegiatan yang dimana ruang lingkup pekerjaan / kegiatannya yaitu mencegah
terjadinya kerusakan – kerusakan yang terjadi pada mesin deengan cara melakukan
program Pengecekan , Perawatan , Perbaikan hingga Penggantian komponen pada
jadwal – jadwal yang telah ditentukan , sehingga performa mesin selalu dalan
kondisi baik guna mendukung tercapainya target Produksi.
3. Suatu
Manejement yang baik dalam suatu
organisasi akan menghasilkan ruang lingkup kerja yang Kondisif , Aktif , Amaan
dan Nyaman untuk setiap Karyawan PT.Suzuki Indomobil Motor.
5.2 Saran Untuk Pembaca
Berdasarkan pembahasan
pada bab sebelumnya dan dari hasil Praktek Kerja Lapangan yang penulis lakukan
di PT.Suzuki Indomobil Motor Plant
Tambun 1
Maka Penulis
Menyimpulkan :
1. Ruang
lingkup kegiatan yang berlangsung di Section Power Maintenance adalah kegiatan
yang penuh resiko dengan kecelakan kerja. Oleh karena itu untuk keamanan dan
keselamatan kerja harus lebih ditingkatkan lagi, khususnya bagi karyawan Power
Maintenance sendiri dan juga bagi peserta Praktek Kerja Lapangan , dengan lebih
sering di tingkatkan pengetahuan karyawan tentang bahaya pekerjaan yang
dilakukan dan bagi para peserta Praktek Kerja Lapangan diberikan pengarahan /
materi tentang bahaya pekerjaan yang ada di ruang lingkup Power Maintenance
khususnya bagi setiap departement umumnya sebelum turun ke lapangan.
2. Sebaiknya
peserta Praktek Kerja Lapangan memanfaatkan kegiatan ini dengan baik, karena
Praktek Kerja Lapangan bukan hanya sekedar melaksanakan kewajiban untuk
memenuhi syarat kelulusan , tetapi juga untuk mempelajari hal yang tidak
didapat di bangku sekolah , dan pengalaman yang didapat selama Praktek Kerja
Lapangan berlangsung dijadikan bahan pembelajaraan untuk masa kedepannya
3. Sebaiknya
peserta Praktek Kerja Lapangan menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan
pihak perusahaan. Selama melaksanakan praktek,tentu ada komunikasi interaktif
dengan staff – staff perusahaan. Kondisi
ini hendaknya dijaga dengan baik oleh siswa, khususnya keadaan baru yang harusnya ia tahu.

Komentar
Posting Komentar